Sekarang sudah mendekati pertengahan ramadhan, maka sebentar lagi hari labaran tiba..So perbanyaklah ibadah di sisa ramadhan ini. Jangan sampai menyesal, kita blm tentu bisa mencapai ramadhan tahun berikutnya.
Minal aidin wal faidzin, itu lah kata yang biasanya paling populer menjelang lebaran. Karena pada saat lebaran banyak sekali orang yang menyandingkan kalimat ini dengan Mohon maaf lahir batin.
Jadi kurang lebih ucapan disaat lebaran yang sering kita dengar seperti ini : “Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir bathin yaa…..”
Dan bahkan kata “Minal aidin wal faidzin” ini juga ada yang menggunakannya ketika maaf-maafan menjelang masuk ramadhan. Di Kantor gw contohnya….;)
Salah kah itu…? apa sih artinya….?
Sebenarnya Minal aidin wal faidzin artinya bukan mohon maaf lahir bathin
Berdasarkan yg gw baca, sebenarnya frasa “mohon maaf lahit bathin” cukup diucapkan dengan kata “Afwan”. Secara makna Afwan sudah merupakan permintaan maaf yang tulus dan dalam.
Lalu apa artinya Minal Aidin Wal Fa Idzin?
Minal Aidin Wal Fa Idzin sendiri sebetulnya merupakan frasa yang tidak lengkap, karena arti atau maknanya adalah : “Bagian dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang” …liat ref
Jadi INGAT artinya bukan maaf lahir batin yaa
Dan kalimat Minal aidin wal faidzin jika diucapkan hanya kalimat ini saja, maka terasa gak pas jika dilihat dari artinya.
Maka akan lebih lengkap jika kalimat itu diucapkan “Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faidzin”, yang secara arti akan menjadi doa dengan makna : “Semoga allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang)”
Tambahan :
Dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri biasanya adalah “taqabbalallahu minna wa minkum”, arti atau maknanya kurang lebih : “Semoga Allah menerima amalan aku dan kamu”
Kemudian menurut riwayat (hadist nya sendiri gw blm nemu sih) ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang dekat jaman nabi dengan kata-kata “shiyamana wa shiyamakum”, yang makna atau artinya “Puasaku dan puasamu”
Sehingga kalimat lengkapnya menjadi “taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum” (semoga Allah menerima amalan puasa saya dan kamu).
So sekarang kita tahu kan apa arti-artinya, jadi kita bisa gunakan lebih bijak
Mudah-mudahan bisa bermanfaat
Wallahu alam.
Referensi :
- Tulisan Taufik munir yang bertahun-tahun mensosialisasikan
kesalahan pemakaian kata minal aidin wal faidzin.
(http://www.mail-archive.com/pirus@googlegroups.com/msg00805.html) dan (http://religiusta.multiply.com/journal/item/94)
-Kutipan dari buku Lentera Hati karya Prof. Dr.M Quraish Shihab
salam kenal juga ya teman satu kantor…:-p Gak nyangka ternyata dirimu punya blog juga
) kok gak ada nama aslinya sih pak… :-p
Aloo pak…salam kenal juga dari lantai 18 hehehehe…bener2 gak nyangka kalo dirimu suka ngeblog juga hihihihi