Salah satu bahasan dari ceramah ramadahan ba’da zuhur hari ini kurang lebih adalah sebuat hadist yang isinya sebagai berikut:
Dari Ka’ab Bin ‘Ujrah (ra) katanya: Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda:
suatu ketika Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, berkumpullah kalian dekat mimbar. Lalu beliau menaiki anak tangga mimbar, beliau berkata: Amin. Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau berkata lagi: Amin. Dan ketika menaiki anak tangga ketiga, beliau berkata lagi: Amin. Dan ketika beliau turun (dari mimbar) kamipun bertanya: Ya Rasulullah, kami telah mendengar sesuatu dari tuan pada hari ini yang kami belum pernah mendengarnya sebelum ini. Lalu baginda menjawab:
“Sesungguhnya Jibrail (as) telah membisikkan (doa) kepadaku, katanya: Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dosanya tidak juga diampuni. Lalu aku pun mengaminkan doa tersebut. Ketika aku naik ke anak tangga kedua, dia berkata lagi: Celakalah orang yang (apabila) disebut namamu di sisinya tetapi dia tidak menyambutnya dengan salawat ke atasmu. Lalu aku pun mengaminkannya. Dan ketika aku naik ke anak tangga yang ketiga, dia berkata lagi: Celakalah orang yang mendapati ibubapanya yang sudah tua atau salah seorang daripadanya, namun mereka tidak memasukkan dia ke dalam surga. Lalu aku pun mengaminkannya”
[HR Al-Hakim dan Sanadnya Sahih]
Adakah penjelasan yang lebih rinci, terutama utk ini “Celakalah orang yang mendapati ibubapanya yang sudah tua atau salah seorang daripadanya, namun mereka tidak memasukkan dia ke dalam surga. Lalu aku pun mengaminkannya.” Bgaimana memasukkan orang tua kedalam surga ?
Maaf kebetulan tadi Pak Ustadznya gak bahas mengenai hal tsb lebih rinci, karena lebih dibahas Point pertama yaitu “Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dosanya tidak juga diampun”
Beliau hanya menjelaskan sedikit. Dan sejauh yang saya tangkap adalah penjelasan pada kata “namun mereka tidak memasukan dia ke dalam surga” maka kata ganti“Mereka” adalah untuk orang tua. Dan kata ganti “dia” adalah untuk “si orang yang celaka.”
Jadi intinya pembelajarannya adalah kita harus berbuat baik kepada kedua ibu-bapa semasa mereka masih hidup.
Ada sharing pendapat lain?
waalahualam…