Feeds:
Posts
Comments

Archive for September, 2009

DSC_0043

TASIKMALAYA- Lebaran kali ini suasana agak berbeda untuk sebagian orang di kampung gw. Pasca Gempa beberapa minggu yang lalu, banyak keluarga yang merayakan lebaran dengan makan bersama di tenda-tenda darurat dikarenakan rumahnya rubuh atau tidak layak ditempati lagi.

Bantuan dari berbagai pihak sebenarnya cukup banyak, bantuannya antaralain berupa tenda darurat, makanan ataupun uangtunai. Namun yang biasanya mereka merayakannya di dalam rumah, kali ini harus di rumah tenda darurat. Mudah-mudahan justru dengan keadaan yang cukup memprihatinkan ini, makna lebaran dapat lebih terasa. Semoga amal ibadah selama satu bulan ramadhan kemaren diterima dan di ridhoi Allah SWT. Amiiin

Berikut beberapa foto lagi rumah yang rusak akibat gempa

DSC_0018

DSC_0029

3

Suasana di Rumah Darurat dan Tenda-tenda bantuan

IMG00105-20090920-0904

IMG00104-20090920-0901

Tenda

Tenda MerC

Read Full Post »

AutoText BB

Beberapa saat lalu gw mendapatkan sms dari temen yang isinya adalah “Month kemana she?”. Gw sempet diam beberapa saat, hmm ini maksudnya apa yah….karena aneh banget kan kalo diartikan.  Masa nanya “Bulan kemana dia?” haaaaaiaah….hehehehe pasti bukan itu maksudnya.

Gw jadi teringat, gw pernah mengalaminya di BB. Ini pasti karena si BB kita yang sok pintar mengotomatisasikan beberapa kata di sms atau email yang setelah di otomatisasikan artinya malah jadi beda sama sekali. Dan biasanya kita gak cek lagi sebelum mengirim, dan baru sadar setelah pesan tersebut sudah keterima oleh teman kita.

Beberapa kata yang sering kita pakai dan dirubah adalah kata ‘Mo’ (maksudnya mau) sering di rubah menjadi ‘Month‘, kata ‘Br’ (maksudnya baru) menjadi ‘( ‘ dan kata ‘seh‘ dirubah menjadi ‘She
Contoh:

“Mo ke kantor” tiba-tiba menjadi “Month ke kantor”
“Ada apa seh” berubah menjadi “Ada apa she”
” Gw br jalan” berubah menjadi “Gw (jalan”

dan masih ada beberapa kata lainnya :p

Pernah mengalami itu kan di BB kalian?
Nah gw menyarankan untuk merubah pengotomatisasikan kata tersebut agar tidak “terlalu pintar”, step yang bisa kita lakukan adalah :

  • Pada BB kita buka Option >
  • lalu buka Auto Text
  • Pada list kata tsb pilih yang mana yg mau diganti, lalu klik
  • setelah terbuka maka gantilah kata tersebut, misal yang tadinya tertulis

Replace Mo With Month, maka gantilah menjadi Replace Mo With Mo

  • lalu save

Semoga bisa bermanfaat….

Read Full Post »

Daily Life - English

Daily Life - English

Di Kantor-kantor saat ini Bahasa Inggris sifatnya udah bukan lagi “sunah” tapi “wajib”.  Tp bukan dalam konteks agama loh 🙂
Konsultan asing dimana-mana, ada yang dari india, singapore, amerika. dan mereka semuanya memakai English. English-nya orang amerika paling jelas, tp englishnya orang india masih cukup jelas juga sih..paling cuman ditambah kepala goyang-goyang saja 🙂 Nah Englishnya orang singapore (singlish) yang gak jelas….kayak orang kumur-kumur..hehehe

Kalo gw sih pilih Sunlish aja lah…Sunda English :p

Read Full Post »

Daily Life - Ramadhan

Daily Life - Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, kebaikan dan ampunan dari yang Maha Kuasa.
Maka sudah sepatutunya kita perbanyak ibadah di bulan ini. Tp kadang pekerjaan kantor seringkali menyita waktu kita. Ada yang harus lembur sehingga untuk sholat berjamaah saja kadang sulit.

Ada yang pernah bialng ke gw : “Tapi bekerja ibadah juga kan?”
hmmm bener juga sih….tp yaa ramadhan kan hanya sebulan dalam setahun, blm tentu juga kita sampe di bulan ramadhan berikutnya. Ibadah kerja kantoran yang lembur-lembur itu kan masih bisa dibulan-bulan lainnya, kurangi dikit lah di ramadhan ini….di bulan ini lebih baik kita perbanyak tadarus Quran dan sholat malam.

bisanya ngajak doang….Gw udah melalukannya blm yah…? hehehe…iya juga yah
huh malah skrg dapat teguran sedikit dari gara-gara lalai…jadi sakit deh….:(

Read Full Post »

Ceramah Ramadhan 9 Sept 09

Salah satu bahasan dari ceramah ramadahan ba’da zuhur hari ini kurang lebih adalah sebuat hadist yang isinya sebagai berikut:

Dari Ka’ab Bin ‘Ujrah (ra) katanya: Rasulullah (sallallahu alaihi wasalam) bersabda:
suatu ketika Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, berkumpullah kalian dekat mimbar. Lalu beliau menaiki anak tangga mimbar, beliau berkata: Amin. Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau berkata lagi: Amin. Dan ketika menaiki anak tangga ketiga, beliau berkata lagi: Amin. Dan ketika beliau turun (dari mimbar) kamipun bertanya: Ya Rasulullah, kami telah mendengar sesuatu dari tuan pada hari ini yang kami belum pernah mendengarnya sebelum ini. Lalu baginda menjawab:

“Sesungguhnya Jibrail (as) telah membisikkan (doa) kepadaku, katanya: Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dosanya tidak juga diampuni. Lalu aku pun mengaminkan doa tersebut. Ketika aku naik ke anak tangga kedua, dia berkata lagi: Celakalah orang yang (apabila) disebut namamu di sisinya tetapi dia tidak menyambutnya dengan salawat ke atasmu. Lalu aku pun mengaminkannya. Dan ketika aku naik ke anak tangga yang ketiga, dia berkata lagi: Celakalah orang yang mendapati ibubapanya yang sudah tua atau salah seorang daripadanya, namun mereka tidak memasukkan dia ke dalam surga. Lalu aku pun mengaminkannya”

[HR Al-Hakim dan Sanadnya Sahih]

Read Full Post »

Kenapa harus ditulis?

“Kenapa harus ditulis?” yaa gw sih menjawabnya “kenapa mesti tidak?”

Gak tau dengan kalian, namun ini biasa terjadi pada gw.
Gw menyadari bahwa gw tidak begitu suka baca buku. Jadi kadang setelah baca buku atau novel, selang 1-2 hari ternyata gw udah lupa beberapa bagian cerita dari buku tersebut. Awalnya gw pikir mungkin itu karena gw sendiri tidak begitu suka baca.

Namun ternyata hal ini terjadi juga ketika gw mendengarkan ceramah. Pada bulan ramadhan ini banyak sekali ceramah2 agama yang digelar, di mesjid komplek selalu ada ceramah pada saat tarawih, di kantor selalu ada ceramah pada saat bada zuhur berjamaah. Gw berusaha meluangkan waktu untuk mendengarkan ceramah2 tersebut. Pada saat ceramah berlangsung, sering kali ada point2 yang begitu mengena dengan kita. Kita mengangguk2 seakan hal tersebut kita paham, kurang lebih kita berpikir dalam hati “o, iya bener banget ni ustad gw harus berubah” atau mungkin bisa jadi “Iya ternyata selama ini gw salah”. Yaa kurang lebih seperti itulah.
Namun sering gak sih, ketika bubar mendengarkan ceramah dan kita mulai dengan kesibukan kita sehari-hari lagi, kita lupa dengan apa yang tadi baru saja dengarkan.

Gw sempet ditanya oleh temen gw yg kebetulan gak dengerin ceramah pada hari itu.
Az: “Eh lo tadi denger ceramah gak?”
Gw:”Iya dengerin, knp emangnya?”
Az :”Bahas ttg apa tadi, ceritain dong!”
GW :”ohh…tadi bahas ttg hmmmm hmmmm….dueeeeengggg…(ternyata gw lupa)”

Nah karena kendala-kendala seperti ini gw jadi sempet berfikir, gimana yah biar gak cepet lupa.
Dan solusi gw saat ini adalah dengen menulis.
Menulis apa yang ada di otak kita yg kita anggap penting. Jadi misalnya habis dengerin ceramah lalu kita anggap ada yang penting untuk kita, maka lebih baik kita coba menulisnya di suatu tempat. Bisa di notebook kita, atau mungkin di Blog. So far dengan cara menulis ini, gw jadi selalu teringat dengan hal-hal penting tersebut, yaa minimal ingat dengan apa yang sudah kita tulis.

Selain bagus juga untuk diri sendiri, dengan menuliskan hal-hal yang kita anggap penting tersebut (terutama jika nulisnya di Blog) maka bisa jadi hal tsb bisa bermanfaat bagi oranglain yang mungkin saja membutuhkan informasi yang sama.

Itu berdasarkan pendapat gw aja sih, mungkin ada yang punya solusi yang lain….silahkan saja.

Keep writing guys….!!!

Read Full Post »

Sekarang sudah mendekati pertengahan ramadhan, maka sebentar lagi hari labaran tiba..So perbanyaklah ibadah di sisa ramadhan ini. Jangan sampai menyesal, kita blm tentu bisa mencapai ramadhan tahun berikutnya.

Minal aidin wal faidzin, itu lah kata yang biasanya paling populer menjelang lebaran. Karena pada saat lebaran banyak sekali orang yang menyandingkan kalimat ini dengan Mohon maaf lahir batin.

Jadi kurang lebih ucapan disaat lebaran yang sering kita dengar seperti ini : “Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir bathin yaa…..”

Dan bahkan kata “Minal aidin wal faidzin” ini juga ada yang menggunakannya ketika maaf-maafan menjelang masuk ramadhan. Di Kantor gw contohnya….;)

Salah kah itu…? apa sih artinya….?

Sebenarnya Minal aidin wal faidzin artinya bukan mohon maaf lahir bathin
Berdasarkan yg gw baca, sebenarnya frasa “mohon maaf lahit bathin” cukup diucapkan dengan kata “Afwan”. Secara makna Afwan sudah merupakan permintaan maaf yang tulus dan dalam.

Lalu apa artinya Minal Aidin Wal Fa Idzin?

Minal Aidin Wal Fa Idzin sendiri sebetulnya merupakan frasa yang tidak lengkap, karena arti atau maknanya adalah : “Bagian dari orang yang kembali dan orang-orang yang menang” …liat ref

Jadi INGAT artinya bukan maaf lahir batin yaa

Dan kalimat Minal aidin wal faidzin jika diucapkan hanya kalimat ini saja, maka terasa gak pas jika dilihat dari artinya.
Maka akan lebih lengkap jika kalimat itu diucapkan “Ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faidzin”, yang secara arti akan menjadi doa dengan makna : “Semoga allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang)”

Tambahan :
Dalam budaya Arab, ucapan yang disampaikan ketika menyambut hari Idul Fitri biasanya adalah “taqabbalallahu minna wa minkum”, arti atau maknanya kurang lebih : “Semoga Allah menerima amalan aku dan kamu”

Kemudian menurut riwayat (hadist nya sendiri gw blm nemu sih) ucapan nabi ini ditambahkan oleh orang-orang dekat jaman nabi dengan kata-kata “shiyamana wa shiyamakum”, yang makna atau artinya “Puasaku dan puasamu”

Sehingga kalimat lengkapnya menjadi “taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum” (semoga Allah menerima amalan puasa saya dan kamu).

So sekarang kita tahu kan apa arti-artinya, jadi kita bisa gunakan lebih bijak

Mudah-mudahan bisa bermanfaat

Wallahu alam.

Referensi :
– Tulisan Taufik munir yang bertahun-tahun mensosialisasikan
kesalahan pemakaian kata minal aidin wal faidzin.
(http://www.mail-archive.com/pirus@googlegroups.com/msg00805.html) dan (http://religiusta.multiply.com/journal/item/94)

-Kutipan dari buku Lentera Hati karya Prof. Dr.M Quraish Shihab

Read Full Post »